Download dan Dengar Lagu Barat
Profesor Hukum Nyatakan Mulan Jmeela Mainnya Hebat

Profesor Hukum Nyatakan Mulan Jameela Mainnya Hebat

admin
admin
September 25, 2019

Ahli Hukum Tata Negara Prof Juanda memberi komentar masalah dipilihnya Mulan Jameela jadi anggota DPR RI. Dipilihnya Mulan Jameela jadi anggota legislatif itu rupanya memetik pro-kontra dari publik.

Masalahnya ada faksi yang merasakan ‘tersakiti’ saat ditetapkannya Mulan Jameela jadi anggota DPR RI. Diberitakan awalnya, di Dapil Jawa barat XI, Partai Gerindra tempatkan tiga wakil ke DPR RI.

Mulan Jameela tempati posisi ke lima dengan perolehan 24.192 suara. Hasil dari penghitungan suara, Mulan Jameela sebetulnya tidak maju ke senayan. Karena suara Mulan Jameela kalah dari Fahrul Rozi di posisi ke empat serta Ervin Luthfi di posisi ke-3. Tetapi terakhir, Mulan Jameela malah diputuskan selamat jadi anggota DPR RI.

Karena, figur Fahrul Rozi serta Ervin Luthfi nyatanya telah tidak jadi kader partai Gerindra. Menurut berita yang tersebar hal itu berlangsung karena Ervin dikeluarkan dari keanggotaan partai Gerindra. Ervin Luthfi, calon anggota DPR RI membetulkan surat itu.

Selanjutnya Fahrul Rozi sebagai peraih suara paling banyak ke empat harusnya gantikan Ervin. Tetapi Fahrul Rozi nyatanya dikeluarkan Gerindra hingga diganti oleh Mulan Jameela yang disebut peraih suara paling banyak dibawah Fahrul.

Tahu hal itu, Prof Juanda juga memberi pandangannya. Menurut Ahli Hukum Tata Negara itu, Mulan Jameela sudah lihat kesempatan bagus untuk dianya jadi anggota legislatif. Kesempatan itu dengan jadikan perselisihan di internal partainya jadi bahan tuntutan di pengadilan. Karena, masalah berkaitan hasil pemilu kenyataannya tidak dapat merubah kesempatan Mulan Jameela untuk meluncur ke senayan.

“Sebetulnya ini kan, Mulan Jameela ini lihat kesempatan ia masuk (selamat jadi anggota DPR RI) itu dari sisi perselisihan internal partai. Jadi jika contohnya masalah konflik hasil Pemilu, ia tidak cocok disana. Karena itu di Mahkamah Konstitusi itu tidak dikerjakan,” papar Prof Juanda dalam dialog Kompas TV berjudul “Masalah KPU Putuskan Mulan Jameela Anggota DPR Dipilih”.

Karena itu, Mulan Jameela juga pilih perselisihan itu jadi langkah untuk mendapatkan kemauannya itu, jadi anggota DPR RI.

Atas ‘ide’ Mulan Jameela itu, Prof Juanda juga akui respek.

“Saya anggap hebat Mulan ini berpikir hukumnya. Jadi ia tuntut DPP Gerindra ke pengadilan dengan fakta ini ialah perselisihan partai hingga majelis hakim lihat sebab ini perselisihan partai, karena itu dikembalikan saja pada DPP yang memiliki hak memastikan siapa yang dipilih,” pungkas Prof Juanda.

Walau demikian, Prof Juanda akui tidak paham lebih dalam hal figur calon legislatif dipilih yang diganti Mulan Jameela. Sebab hal tersebut, Prof Juanda juga berujar jika figur Ervin harus juga ditekankan selanjutnya. Yaitu masalah pemecatan yang dia alami di Partai Gerindra hingga tidak berhasil meluncur ke senayan.

“Pemecatan itu butuh ditanyakan, apa argumentasinya netral ? Saya tidak paham si Ervin ini sampai seberapa jauh ia perjuangkan hak-haknya menanyakan pada partai ‘apa sich salah saya ?’,” kata Prof Juanda.

Ini Jawaban Adelia Wilhelmina Tentang Gaji Pasha Ungu Sekarang

Tidak cuma menyorot masalah aksi ‘cerdas’ Mulan Jameela, Prof Juanda memberi pendapat kepda Partai Gerindra. Menurut dia, Partai Gerindra harus lihat dengan jelas masalah masalah yang berada di penentuan legislatif itu. Prof Juanda juga menyorot masalah calon legislatif yang harusnya dipilih sebagai wakil Gerindra di Dapil Jawa Barat.

“Saya anggap jika dalam kerangka ini, semua hak butuh dilindungi, serta saya belum dengar seberapa jauh perjuangan dari yang diminta mundur serta dikeluarkan itu, ini terdapatnya tanda-tanda mengarah eksperimen politik itu saya anggap, butuh kita lihat ini ialah benar-benar menguasai. Tetapi lepas dari semua, pertanyaan barusan apa kesempatan dari yang sedang perjuangkan atau merasakan hak-haknya terdzolimi,” katanya.

Selanjutnya, Prof Juanda merekomendasikan supaya Mulan Jameela tidak dilantik dahulu. Karena menurut Prof Juanda, masalah itu harus dituntaskan lewat mahkamah kehormatan partai terlebih dulu. Ditambahkan sebab akan terdapatnya tuntutan dari calon legislatif yang kursinya diambil Mulan Jameela.

“Jalan keluarnya, saya fikir lebih bijak jika contohnya jika partai jika memang ingin tunjukkan rasa keadilan serta prinsip-prinsip tadi ialah netral, netral, yang Mulan ini tak perlu dilantik dahulu, dihentikan dahulu, selama masih ada tuntutan di Mahkamah Kehormatan,” tuturnya.

“Partai ini kan partai besar, saya anggap perlihatkan pada bangsa ini, ditambah lagi jika masih ingin nyalon Pemilihan presiden 2024, saya anggap juga bagus ini dipertunjukkan,” lebih Juanda.

Dengar pembicaraan itu, Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade juga kembali lagi menerangkan jika penentuan Mulan Jameela jadi anggota DPR RI bukan eksperimen partai.

“Kita tidak ada eksperimen benar-benar, kita cuma melakukan ketetapan pengadilan, dimana beberapa penggugat ini memenangi di PN Jaksel, pasti kami menghargai itu. Pokoknya, apa akan dilantik ataukah tidak bergantung pada KPU, sebab ini telah diputuskan oleh KPU,” tutupnya.

Menyikapi perkataan Andre Rosiade, Titi Anggraeni sebagai Direktur Eksekutif Perludem juga menimpalinya. Menurut Titi, aksi yang dikerjakan Partai Gerindra pada kadernya itu bukan ikuti apa yang ditetapkan pengadilan. Buat Titi, Gerindra cuma sedang jalankan jadwal yang sudah dirancangnya.

“Sebetulnya Partai Gerindra itu tidak melakukan keputusan pengadilan. Ia melakukan agendanya sendiri. Jadi PN itu menjelaskan jika ada proses perubahan, itu haknya partai,” kata Titi Anggraeni.

Titi Anggraeni juga lihat jika beberapa hal yang serba ‘kebetulan’ yang berlangsung di Partai Gerindra. Sampai selanjutnya, Mulan Jameela yang menuntut Partai Gerindra itu juga dapat dipilih jadi anggota DPR RI.

“Jadi partai telah punyai jadwal. Yang pertama mengeluarkan nomer urut tiga, selanjutnya yang nomer urut empat kebetulannya sinyal kutip mengundurkan diri, pada akhirnya mba Mulan yang pergi ke PN selanjutnya mendapatkan bangku ke-3 yang suara paling banyak ke-3,” pungkas Titi.

Berita

One Pingback

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *